Share Button

Hendaklah engkau berjuang meningkatkan kemampuan dengan bersungguh-sungguh agar engkau dapat menerima tongkat kepemimpinan
~Hasan Al Bana~
Sejak kelahirannya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memposisikan sebagai Partai Dakwah, dalam konteks dakwah yang luas tentunya. Dakwah dalam pengertian kami adalah mencakup banyak hal, mulai dari sosial, pendidikan, ekonomi termasuk dalam urusan politik. Oleh karena positioning tersebut maka PKS senantiasa memperbaharui strategi dakwahnya dari waktu ke waktu sesuai denga dinamika yang terjadi, tanpa menggerus karakteristik PKS.
Kami menyadari banyak hal yang mesti kita benahi, mulai dari komunikasi, strategi branding termasuk dalam mengambil peranan untuk kemajuan bangsa termasuk partisipasi terhadap dinamika global. Dan salah satu ruang untuk melihat seperti apa positioning PKS dan apa yang akan dilakukan PKS dimasa mendatang adalah Rakornas PKS. Ruang ini bagi kami penting mengingat dinamika sosial politik tanah air termasuk dunia begitu atraktif sehingga membutuhkan kecepatan adaptasi yang speednya lumayan cepat.
Sebetulnya kecepatan speed dinamika yang terjadi saat ini tidak terlalu baru bagi PKS, karena ini pernah terjadi ketika awal-awal kami mendeklarasikan diri sebagai partai. Ketika itu kami adalah aktivis Gerakan Tarbiyah dan baru kita prediksikan baru membuka ruang partai sepuluh tahun yang akan datang. Namun dinamika ketika itu cukup kencang dan atraktif sehingga mengharuskan kami juga mempercepat metamorfosis dari Gerakan Tarbiyah menjadi sebuah partai.
Setelah sekian tahun, kami semakin menyadari bahwa perubahan itu keniscayaan. PKS menganggap perubahan demi perubahan adalah sunatullah, namun juga membutuhkan persiapan dengan memaksimalkan kemampuan fikir kami. Dan tahun 2017 kami semakin merasakan dinamika sosial politik itu sehingga tidak begitu kaget, namun justru semakin matang mempersiapkan segala infrastruktur untuk memberikan kontribusi terhadap bangsa melalui partai.
Rakornas Depok, Jawa Barat yang akan berlangsung pada 6-8 Maret 2017 menjadi momentum PKS dalam menempatkan positioningnya sebagai Partai Dakwah. Dengan tagline Berkhidmat untuk Rakyat, PKS ingin menegaskan bahwa ruh perjuangan kami dalam berpolitik adalah umat (rakyat}. Kami akan mengajak bicara rakyat, memberikan jalan keluar setiap permasalahan yang dihadapi rakyat dan menyatukan segala potensi rakyat untuk kita berikan ruang agar turut serta berpartisipasi dalam memajukan bangsa Indonesia. Dalam konteks Banten, kami lebih mengutamakan kemaslahatan umat daripada egoisme sebagai partai. Mengusung calon yang bukan dari kader internal partai adalah salah satu bukti PKS untuk menyingkirkan perasaan itu.
Kebijakan ini bukan tanpa risiko, tapi kami harus berdiri di atas kepentingan umat. Umatlah yang menjadi acuan kami sehingga setiap kebijakan PKS pasti berujung pada kemaslahatan umat. Bukan kami tidak mampu mencalonkan kader internal PKS untuk bertarung di Pilkada, dalam momentum dimana PKS harus tampil maka kita akan tampil, namun dikala kondisi umat mengharuskan kami untuk mengesampingkan ego partai maka semua akan kita korbankan demi kemsalahatan umat.
Kembali ke Rakornas Depok, ada tujuan paling penting dalam Rakornas nanti, yaitu positioning PKS dan tatapan masa depan. Kita tahu ada momentum besar yaitu Pemilihan Presiden RI di tahun 2019. Ini pasti akan menjadi perhatian kami, bukan karena kami ingin mengusung kader untuk Pilpres, namun lebih jauh dari itu adalah bagaimana masa depan Indonesia lebih cerah dan menggembirakan.
Dan salah satu hal penting untuk mewujudkan itu semua adalah kepemimpinan. Indonesia dimasa depan tentu akan menghadapi berbagai persoalan njlimet dan kompleks sehingga dibutuhkan pula seorang leadership yang tangguh. Dalam konteks pertarungan ekonomi global, Indonesia mau tidak mau juga harus berperan aktif sehingga menjadi negara yang diperhitungkan bagi dunia.
Rakornas PKS di Depok akan menjadi ruang bagi kami untuk menyatukan langkah PKS di seluruh Indonesia. Langkah yang nanti akan kita ambil tentu terkoneksi dengan kebutuhan umat dalam arti luas. Langkah ini pula harus bias menjawab dan meberikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi rakyat Indonesia. Di akhir tulisan saya ingin menyampaikan terima kasih kepada kader, simpatisan termasuk mereka yang belum sepaham dengan kami. Semoga apa yang kita lakukan mendapatkan berkah dari sang pencipta, Dia yang mengendalikan alam semesta ini termasuk yang mengendalikan negeri yang kita cintai Indonesia. Selamat Rakornas, Berkhidmat untuk Rakyat.
Penulis,
Miptahudin
Ketua DPW PKS Banten

Baca juga  Membaca Tanda, Mengeja Bangsa