Share Button

Akhir-akhir ini ada kesan mendeskriditkan aktivis Islam yang masuk dalam dunia politik, lebih khususnya kekuasaan. Dan ini dilakukan secara masif sehingga berhasil memberikan stigma buruk kepada aktivis Islam yang mencoba dan sebagian sudah ada dikekuasaan. Isu korupsi menjadi peluru paling manjur untuk mengelabuhi mainstream sebagian publik yang tidak mampu mendadar dan meracik isu tersebut.

Message yang dibolasaljukan perihal korupsi begitu hingar bingar mewarnai media, massage khusus bahkan diarahkan kepada sebagian umat Islam yang mencoba masuk dalam manajerial kekuasaan. Jangan heran kalau kemudian muncul perspektif liar dan itu mengena di jantung dan urat nadi ummat sehingga mengubah mainstream perihal kepemimpinan dengan latarbelakang aktivis Islam. Keraguan pada sebagian ummat dan ketakutan pada aktivis Islam itu sendiri.

Mendingan pemimpin kafir tapi tidak korupsi daripada pemimpin Islam yang korupsi, untuk apa pilih politisi dan penguasa dari Islam kalau ternyata banyak yang tertangkap. Itu adalah sebagian racikan konten yang diakui atau tidak cukup manjur untuk mengubah mainstream sebagian besar umat. Memang ada beberapa penguasa, politisi yang tertangkap karena kasus korupsi. Namun juga selayaknya tidak mengesampingkan keberhasilan para penguasa muslim di tanah air. Mereka bersih dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi bangsa ini.

Baca juga  Potensi budi daya kerang hijau di Banten

Namun juga tidak boleh lupa dengan sejumlah kasus besar yang justru pelakunya bukan dari penguasa muslim. Namun anehnya pesan tersebut tidak pernah disampaikan agar ada pencerahan bahwa korupsi bisa dilakukan semua orang. Massege bahwa banyak pemimpin dari umat Islam yang sukses juga tidak tersampaikan secara masif sehingga tidak sebanding dengan serangan terhadap kegagalan sebagian kecil penguasa muslim.

Saya menangkap ada kesan tentang isu ini dan salah satunya adalah agar aktivis Islam untuk tidak memiliki self confidence (percaya diri) dan takut untuk masuk dalam kekuasaan, seperti menjadi kepala daerah dan pejabat publik lainnya. Sebagian memang sudah terkulai dan tak berdaya melawan stigma buruk ini. Namun bagi kami hal itu tidak akan menyurutkan niat dan langkah untuk partisipasi dalam mengelola kekayaan negeri ini.

Baca juga  Menegaskan Positioning PKS

Kekayaan yang berasal dari anugerah dari sang pencipta Allah SWT, Tuhan yang kami yakini memiliki maksud mengapa Indonesia pada umumnya dan Banten pada khususnya diberikan kekayaan sumber alam  melimpah. Dan salah satu upaya itu yang selalu kami sampaikan kepada publik adalah Changes Mainstream, karena dengan cara mengubah cara pandang kita akan memiliki kepercayaan diri yang kokoh, tidak roboh ketika dihantam badai, tidak menyerah ketika diserang.

Kepemimpinan dengan latarbelakang muslim, tidak harus berasal dari komunitas kami (PKS-baca), mereka bisa datang dari luar kami. Indonesia dengan negara mayoritas umat Islam, jelas memiliki stok kepemimpinan umat Islam yang besar pula. Kita mesti percaya diri dengan potensi itu, tidak mudah rapuh oleh opini-opini yang memberikan stigma buruk.

Mainstream terhadap kekeuasaan, mainstream terhadap leadership, mainstream terhadap pengelolaan sumber daya alam adalah salah satu dasar kita untuk tetap kokoh dalam pengelolaan sumber daya alam. Perihal ada lubang disana sini, itu satu hal lain dan pasti sudah kita fikirkan dan perbaiki, sebagaimana orang lain juga memiliki lubang,

Baca juga  Menghadirkan Narasi Sejarah PKS @ Refleksi Milad PKS XIX

Penulis,
Miptahudin